MACAM-MACAM MERCY MINI

Bagikan ke teman andaShare on Facebook24Share on Google+4Tweet about this on Twitter3Email this to someone

Mercy Mini adalah sebutan bagi Mercedes Benz seri W114 dan W115 di Indonesia.

mercy mini indonesia

Mercy Mini adalah salah satu model dari “generasi baru” produk Mercedes Benz pada masa itu, selain S-Class dan 280 SL. Mobil ini diperkenalkan pertama kali pada tahun 1968, hanya dengan varian sedan 4 pintu.

Tahap selanjutnya , mulai diproduksi varian dua pintu (coupe), yang diperkenalkan pertama kali pada tahun 1969. Ciri khas model ini adalah kode ‘C’ dibelakang nomor model, contohnya : 250C dan 280CE.

Eksklusivitas dari varian coupe tercermin dari ukuran kap mesin yang lebih panjang, dibandingkan dengan model sedan 4 pintu.

Mesinnya pun berbeda, pada model 250C, menggunakan mesin 6-silinder 2.800 cc, sedangkan pada varian 250 standar, hanya menggunakan mesin dengan kapasitas 2.500 cc.

Varian lainnya adalah model chassis panjang, dengan dasar dari chassis Mercy mini W114, model 230,6. Kemudian di Argentina diproduksi juga varian pick up dengan menggunakan chassis Mercy mini W114, model 220 D.

mercy mini pick up

Pada varian Mercy Mini dua pintu, walaupun model atap berbentuk “hard top”, tetapi tidak bisa berfungsi seperti pada varian Mercy convertible SL (bisa dibuka seluruh atapnya).

Oleh banyak kalangan, disain Mercy mini dua pintu model 250C, dianggap sebagai salah satu model mobil klasik terbaik pada era tahun 1960 sampai dengan tahun 1970.

Uniknya, dengan semua kelebihan itu, harganya tetap lebih murah dari model Mercedes benz yang lebih popular seperti Mercedes SL R107/C107 Roadster dan Coupe (1971 — 1989),dan model Pagoda (1963-1971). Mercy mini semula diproduksi untuk menggantikan seri W110 ( di Indonesia disebut sebagai Mercy Batman), dengan target pemasaran adalah kalangan eksekutif kelas menengah.

Disainnya bukan desain baru, tetapi mengadaptasi dari disain Mercedes Benz W108/109 S produksi tahun 1965.

Tetapi tetap memiliki “nilai” dan daya tarik tersendiri, karena keindahan disainnya merupakan perpaduan antara gaya klasik dan modern.

mercy mini indonesia

Orang yang paling berperan dibelakang disain Mercy mini W114 dan W115 adalah Paul Bracq, perancang mobil terkenal asal Perancis. Beliau adalah chief desainer di pabrik Mercedes-Benz, pada era 1957-1967, yang turut menciptakan Mercedes-Benz 600 Grosser dan mobil Mercedes benz dua pintu yang sangat indah yang diberi julukan Mercy “pagoda”.

Keunggulan lain dari Mercy Mini adalah ketangguhan mesin serta kemudahan dalam hal perawatan.

Dari beberapa model yang diluncurkan sebagai Mercedes Benz generasi baru saat itu, sesungguhnya hanya Mercy Mini W114/W115 yang menerapkan teknologi baru berupa rangka (chassis) dengan format semi-trailing dan lengan ayun.

Nantinya rangka model ini digunakan hampir di seluruh model sedan Mercedes Benz,karena relative mudah dirawat dan lebih nyaman. Produksi chassis ini berakhir pada tahun 1980, setelah muncul model pengembangan suspensi belakang dengan system multi-link.

Untuk sektor mesin, ada beberapa jenis mesin yang umum digunakan pada Mercy mini W114 dan W115 antara lain :

Mesin 6 silinder sejajar, yang dipasang pada chassis Mercy mini W114, untuk model “230“, “250“, and “280“.
Mesin 4 silinder sejajar, dipasang pada chassis Mercy mini W115, untuk model “200“, “220“.
Mesin 5 silinder sejajar (mesin diesel dg kode mesin OM617), dipasang pada Mercy mini W115, untuk model “240D“.

mesin mercy mini 200

Generasi awal Mercy mini bertahan hingga tahun 1973, karena sejak tahun tersebut diluncurkan generasi baru Mercy mini W114 dan W115. Perbedaan utama dengan generasi sebelumnya adalah:
*Posisi grill dan headlamps (lampu besar) lebih rendah dari model sebelumnya.
*Kaca pada bagian pintu tidak lagi menggunakan “kaca angin”.
*Untuk memenuhi faktor keselamatan, ukuran kaca spion diperbesar, termasuk ukuran lampu belakang (taillights) yang menggunakan model garis (di Indonesia disebut sebagai lampu belimbing), dengan ukuran yang lebih besar pula.

Pada bagian interior, perubahan yang signifikan terlihat pada disain dashboard yang menggunakan model “center console” yang artinya terpusat di tengah. Selain itu, safety belt telah menjadi kelengkapan standar pada Mercy mini W114 dan W115 ini. Setir gading yang telah terpasang sejak 1967, mulai diganti dengan model 4 lubang yang lebih modern.
Dari tahun 1968 hingga tahun 1976, total produksi Mercy mini adalah :

Sedan 4 pintu : 1.852.008 unit
Sedan 2 pintu, 250 CE : 42.379 unit
Sedan 2 pintu ,280CE : 24.669 unit
Di wilayah Amerika Utara, Mercy Mini diperkenalkan untuk pertama kalinya pada tahun 1968, itupun hanya beberapa model . Populasi Mercy mini terbanyak di wilayah ini adalah Mercedes benz 240D yang dilengkapi dengan 4-speed manual.

Posisi kedua adalah seri 300D, yang menggunakan mesin diesel 5 silinder segaris, dengan transmisi otomatis 3-kecepatan. Seri 300D ini kurang diminati karena “handling”nya dianggap kurang nyaman, akibat dari kecilnya tenaga yang dihasilkan dari mesin diesel ini.

SUMBER: WIKIPEDIA.ORG, www.MOBILRETRO.COM

Bagikan ke teman andaShare on Facebook24Share on Google+4Tweet about this on Twitter3Email this to someone

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>