SPOORING DAN BALANCING PADA MOBIL KLASIK

Bagikan ke teman andaShare on Facebook0Share on Google+4Tweet about this on Twitter0Email this to someone

Apa itu spooring dan balancing?

Spooring adalah proses untuk menyeimbangkan atau menyelaraskan roda-roda mobil yang berlawanan. Misalkan roda depan kanan dan kiri harus seimbang dan selaras, juga untuk roda belakang kanan dan kiri harus selaras juga.

spooring dan balancing

Kebanyakan orang berpendapat hanya roda depan saja yang dispooring, pendapat ini tidak salah tetapi alangkah baiknya keempat roda juga harus mendapatkan perlakuan yang sama pula yaitu harus dispooring.
Proses spooring ini dilakukan dan perlu untuk menjaga kestabilan mobil anda pada saat dikemudikan serta menjadikan ban-ban roda mobil anda akan awet. Pada mobil-mobil non klasik atau mobil-mobil baru biasanya mudah proses spooringnya, kita tinggal ketempat toko penjualan ban karena biasanya mereka disamping menjual ban juga menyediakan jasa spooring dan balancing dan mereka juga sudah menggunakan alat yang canggih serta sudah komputerisasi.

spooring dan balancing

Kita tinggal bayar saja ongkosnya, mudah bukan?
Nah…bagaimanakah untuk mobil klasik kita? Bagaimana proses spooringnya? Ada sebagian toko penjual ban yang mempunyai database di alat spooring mereka yang juga melayani spooring untuk merek mobi-mobil klasik tertentu, tetapi sudah sangat jarang sekali karena alat spooring ini tergolong cukup mahal dan jarang sekali pemilik mobil-mobil klasik yang datang ke tokonya, jadi untuk mereka tidak ada untungnya.
Terkadang bila kita melakukan spooring dengan memakai alat spooring yang canggih ada kalanya alat tersebut tidak bisa untuk mendeteksi permasalahan yang terjadi pada mobil klasik kita. Sebagai contohnya pengalaman saya waktu mau menyepooringkan VW Kodok dengan alat spooring yang tergolong canggih (sombong dikit biar seperti mobil baru), menurut advis dari si tukang spooringnya harus diganti dulu ‘boljoin’t nya karena kalau tidak diganti tidak bisa dispooringkan.
Walah…harus diganti boljoint punya VW? Nyari dimana? Kan tidak semua toko onderdil apalagi di kota kecil seperti di kota saya menjual spare part VW? Saya harus pesen dulu onderdil VW kalau mau ganti dengan teman di Bandung? Jadi ribet dan lama dong?

spooring dan balancing mobil klasik
alat untuk balancing

Nah…akhirnya saya putuskan pulang dan saya spooring manual saja di bengkel sendiri, untuk masalah boljoint? Tinggal “geprek” aja dikit dan sudah normal kembali tuh boljoint. Dan boljoint hasil “geprekan” saya juga bisa bertahan sampai satu tahun. Ini kan bisa menunda pengeluaran dana juga kan, yang tadinya harus beli boljoint dan dianggap “darurat” malah bisa bertahan sampai satu tahun dan spooringannya juga masih oke.
Nah dari pengalaman kami ini kami berkesimpulan bahwa tidak semua teknologi canggih bisa berguna untuk kita, Tuhan menciptakan manusia menjadi makhluk yang sempurna dari makhluk-makhluk lainnya. Teknologi kan ciptaan manusia juga? Jadi kita harus lebih pintar untuk menguasainya, bener nggak bro…..

Akhirnya dari pengalaman diatas berikut ini kami berikan sedikit gambaran dalam melakukan spooring manual terhadap mobil-mobil klasik yang pernah kami tangani (cara ini bisa untuk semua mobil tidak hanya untuk mobil klasik saja, terutama untuk anda yang pengin sedikit ngirit dana).

Cara-cara spooring manual :

ukuran ban
  • Pastikan dulu bahwa keempat mobil anda menggunakan ban yang sama ukurannya (merek ban sama lebih baik dan sangat dianjurkan)misalnya diban tertulis 215/65R16 maksudnya lebar ban tersebut 215 mm tinggi ban 65 mm(diukur dari lingkar velg bagian luar)dan ukuran velg nya ring 16 inchi. Kalau ukuran ban berbeda (terutama ukuran lebarnya berbeda)maka akan sedikit mengalami kesulitan dalam menentukan keselarasannya dan prosesnya akan sedikit lebih lama.
  • Apabila ukuran ban sudah sama, alat lain yang digunakan adalah benang kasur (benang yang digunakan oleh para tukang bangunan)bisa beli di toko besi dan harganya murah banget, cuma 1000 rupiah saja. Caranya bentangkan benang melingkari keempat ban mobil anda, bentangan harus pas pada titik-titik sumbu as roda keempat mobil dengan tanpa ada halangan. Untuk mengetahui keselarasan keempat roda kita tinggal mengamati kerenggangan atau jarak antara benang yang menempel pada roda depan dan belakang, apabila benang sudah benar-benar menempel semua pada masing-masing sisi ban maka dianggap sudah lurus. Kalau ada yang masih renggang maka perlu dispooring yaitu dengan menyetel posisi “tie road” pada roda yang belum lurus atau belum selaras. Tie road adalah spare part yang merupakan penerus dari tangan-tangan stir bagian bawah yang berguna untuk menggerakkan roda kekanan dan kekiri. Posisinya persis sejajar atau berada agak didepan roda bagian dalam. Wis pokoknya ini istilah saya sendiri, bila kurang jelas anda bisa tanyakan pada bengkel kaki-kaki langganan anda.
  • Cek hasil spooring anda dengan menjalankan mobil (test drive) di jalanan. Apabila stir masih belum stabil, bisa oleng kekanan dan kekiri atau ban berbunyi misal berdecit karena gesekan dengan aspal atau tidak, apabila hal ini masih terjadi maka berarti proses pengamatan anda pada saat spooring belum optimal, maka perlu diulangi lagi proses spooring seperti diatas kembali. Biasanya apabila si bengkel sudah canggih, satu kali spooring sudah langsung oke punya. Kalau perlu bantuan kami, bisa bawa ke bengkel kami ya?

Nah…mudah sekali kan proses spooringan manual seperti diatas? Silahkan anda mencobanya sendiri untuk mobil klasik anda, atau anda konsultasikan dengan bengkel langganan anda sendiri.

Proses Balancing

spooring dan balancing

Apakah balancing itu?

Tidak ada istilah yang paten untuk balancing, tetapi menurut saya balancing merupakan proses untuk menyetabilkan putaran roda agar didapatkan putaran yang sempurna dan seimbang serta merata pada pada masing-masing permukaan roda. Apabila didapatkan ketidaknormalan pada putaran roda tersebut, maka akan ditambahkan pemberat untuk menyetabilkan putaran menjadi agar menjadi normal kembali.
Misalkan begini, kita umpamakan saja roda depan sepeda kita putar dengan posisi menggantung, apabila roda kita ada yang bergelombang maka titik berhentinya roda akan berhenti pada titik yang sama, misal kita putar satu kali, biarkan sampai berhenti, pada saat berhenti posisi velg yang ada “dop” tempat untuk mengisi anginnya berada pada bagian bawah, putar sekali lagi dan hasilnya sama juga, itu berarti velg sepeda kita sudah tidak balance atau seimbang, jadi perlu dibalance atau disetel kembali velgnya ( ini untuk velg jenis sepeda dan sepeda motor )yang memakai ruji-ruji atau jari-jarinya (velg standar), untuk mobil tidak demikian karena velg mobilTIPE BAN UNTUK JENIS MOBIL JIP. Read more ... ยป tidak memakai ruji-ruji atau jari-jari yang bisa disetel, maka perlu ditambahkan pemberat untuk mem “balance” kan atau menyeimbangkan kembali agar normal.

Kapan perlunya mobil klasik anda perlu di balancing?

Kalau anda baru membeli mobil, baik itu mobil klasik ataupun bukan, alangkah baiknya anda juga perhatikan keempat velgnya apakah masih normal ataukah sudah cacat, serta keempat bannya apakah tipis separuh, benjol-benjol, atau masih normal. Untuk ban kita bisa mengamatinya secara langsung karena terlihat oleh mata kita, kalu kurang jelas diraba saja kan oke pengamatannya. Nah kalau velg agak susah untuk diamati apalagi kalau velgnya sudah dicat ulang?

Bagaimanakah kita bisa memastikan velg itu masih bagus atau tidak?

Cara yang paling mudah untuk memastikannya yaitu kita tinggal mencobanya saja untuk jalan di jalanan yang halus dengan perlahan-lahan, rasakan apakah ada rasa yang kurang nyaman atau tidak sewaktu mobil kita jalankan. Karena velg yang cacat dan pernah direnovasi dipastikan tidak akan kembali 100% normal kembali. Tentunya ini bisa menjadi pertimbangan anda dalam menawar harga mobil yang akan anda beli bukan? Itu untuk mengetes velg normal atau tidak ya? Kalau velg sudah normal coba anda kencangkan sedikit lari mobilnya sampai kecepatan 60 atau 70 km perjam, apabila stir terasa bergetar (walaupun terasa sedikit)dan ada suara yang tidak nyaman pada bagian roda itu tandanya velg harus kita balancing. Untuk proses balancing ini saya sarankan ke toko ban saja yang sudah mempunyai alat balancing yang bagus, karena proses balancing ini menggunakan ukuran berat jadi tidak bisa dengan manual karena berat sudah ada ukurannya. Biaya untuk proses balancing juga temasuk murah, biasanya berkisar anrata 15 ribu sampai 50 ribu rupiah untuk tiap bannya.

spooring dan balancing mobil klasik antik

Untuk mobil lama anda kapankah kita perlu proses balancing dan spooring?

Tanda-tanda mobil kita perlu di spooring dan balancing yaitu :

  • Adanya getaran di setir. Sudah kami jelaskan seperti diatas yaitu apabila kita sedang melaju pada kecepatan antara 60 sampai 70 km per jam setir atau kemudi kita akan bergetar dan ada suara yang “gemlotak” pada bagian bawah terutama pada roda, apabila kita kurangi kecepatannya getaran akan berkurang atau hilang, ini berarti kita perlu balance kan roda-roda kita.
  • Laju mobil tidak stabil, setir mintanya kekiri terus atau kekanan terus. Mobil yang normal saat melaju lurus kemudi akan tenang dan stabil walaupun kita lepas tangan, apabila kemudi larinya kekiri terus atau kekanan terus pada saat kita lepas tangan, maka perlu dilakukan proses spooring.
  • Setir terasa berat. Ini bisa terjadi karena ban kita posisinya miring, biasanya kondisi ban akan cepat aus sebelah entah bagian dalam atau pun bagian luar, maka perlu spooring dan balancing juga.
  • Mobil terasa miring dan ban terlihat kempis sebelah. Permasalahan ini juga terjadi sama dengan apabila kemudi atau setir terasa berat, maka perlu dilakukan spooring dan balancing untuk menormalkan kembali posisi mobil anda.

Untuk maintenance mobil anda dari permasalahan-permasalahan diatas sebaiknya kontrol kembali spooring dan balancing tiap 10.000 km atau untuk patokan tiap 3 kali ganti oli mesin dan tiap kali anda melakukan penggantian ban baru. Oke demikian informasi kami mengenai pengalaman spooring dan balancing semoga bermanfaat untuk anda semua pecinta website mobil-klasikantik.com

Bagikan ke teman andaShare on Facebook0Share on Google+4Tweet about this on Twitter0Email this to someone

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>