CARA MENDEMPUL YANG BAIK

Bagikan ke teman andaShare on Facebook33Share on Google+11Tweet about this on Twitter6Pin on Pinterest0

Cara mendempul yang baik – Pada beberapa tahap restorasi mobil untuk mendapatkan hasil yang baik dan benar proses menghilangkan dempul lama dan mendempul kembali bila dilakukan dengan baik dan benar juga akan kita dapatkan hasil yang baik pula.

cara mendempul mobil

Seperti yang sudah pernah kami tulis bahwa pada tahap pendempulan diperlukan ketelitian yang lebih karena dempul merupakan bagian yang bersinggungan langsung dengan cat, kalau dempul tidak rata maka bila sudah kita semprotkan cat keatasnya akan menghasilkan corak yang kalau kita amati akan seperti bercak-bercak yang tentunya hasilnya akan gagal.

Seperti proses restorasi taft dan chevrolet trooper yang kami kerjakan beberapa bulan lalu proses pengelupasan dempul lama juga berpengaruh pada proses pengecatan terutama lamanya waktu pada saat kita akan dempul kembali. Untuk proses kelotok dempul ada beberapa cara dan masing-masing punya kelebihan dan kekurangan.

cara mendempul mobil

Cara-cara mengelotok dempul pada tukang cat mobil bisa kita kelompokkan dalam berbagai tehnik seperti:

  • Tehnik bakar
    Tehnik ini biasanya tehnik yang paling banyak dikerjakan oleh tukang cat mobil, selain cepat tehnik ini akan memakan waktu yang relatif singkat bila dibandingkan dengan tehnik lainnya.
    Cara membakarnya pun ada beberapa cara seperti membakar dempul dengan las karbit (ini yang sering dan paling banyak dilakukan atau membakar dengan alat khusus dengan sumber api dari gas elpiji.

    cara mendempul mobil

    Kelemahan tehnik ini kita akan banyak menggunakan kenteng sehingga akan memakan waktu yang lama. Disamping itu juga kekurangan tehnik menghilangkan dempul dengan dibakar akan mengakibatkan pelat besi akan semakin kurang lentur, maka dari itu tehnik ini sekarang jarang sekali kita gunakan.

  • Tehnik gerinda
    Atau bisa kita sebut menggunakan gerinda, cara menghilangkan dempul dengan gerinda masih sering kita gunakan pada proses pengelotokkan dempul yang hanya untuk pada area tertentu saja. Untuk kelotok dempul seluruh bodi cara ini kurang efektif karena disamping memakan waktu lama juga akan menemui kesulitan pada area tertentu misalnya pada bagian lekukan-lekukan pelat bodi dan pada sudut-sudut yang sulit sehingga pada pengelotokkan dempul dengan tehnik gerinda kita kombiasikan dengan tehnik manual lainnya seperti pengampelasan secara kasar untuk menjangkau area-area tertentu yang sulit dijangkau menggunakan gerinda.
  • Tehnik menggunakan cairan kimia (remover)
    Tehnik ini yang sekarang banyak digunakan oleh hampir semua tempat usaha bengkel cat. Pada tehnik ini kita hanya mengoleskan saja cairan kimia (remover)keseluruh bodi kemudian tunggu beberapa menit, setelah beberapa menit kemudian kita congkel dempul yang sudah kita lumuri dengan remover saja. Proses ini memakan waktu yang cepat dan praktis karena pelat bodi akan aman karena tidak ada proses pemanasan maupun mengunakan gerinda yang kemungkinan sekali bisa mengenai pelat bodi aslinya.
    Kekurangan tehnik pengelotokan dengan cara ini hampir tidak ada, cuma memerlukan biaya yang lebih sedikit dan hati-hati penggunakan cairan remover ini jangan sampai kena kulit anda karena cairan ini sangat keras.
  • Tehnik manual
    Tehnik ini melengkapi dari semua cara yang sudah kami sebutkan diatas karena cara manual menghilangkan dempul tetap masih digunakan untuk memastikan bahwa dempul benar-benar bersih dan hanya meninggalkan pelat besinya saja.
cara mendempul mobil

Setelah dempul semuanya terkelupas barulah kita lakukan penambalan bodi atau penggantian pelat baru kalau memang banyak ditemukan banyak pelat yang sudah keropos. Setelah itu barulah kemudian kita kenteng semuanya untuk meluruskan bagian-bagian tertentu supaya lebih rata, cara pengentengan yang benar akan meminimalisir pendempulan sehingga bodi akan kaleng kembali.

Cara mendempul yang baik yaitu disamping tehnik mendempul dengan benar, pencampuran dempul dengan hardener juga harus sesuai dengan aturan standar pabrik si pembuat dempul tersebut, modifikasikan campuran dempul dan hardener sesuai kebutuhan kita, pada lekukan-lekukan yang rumit kita bisa mencampurkan sedikit hardener karena pada pendempulan di bagian ini butuh ketelitian yang tinggi sehingga diperlukan pendempulan yang waktu pengerasannya agak lama dari pada bagian-bagian bodi lainnya. Tapi untuk seorang tukang dempul yang sudah profesional hal ini tidak perlu karena mereka akan lebih cepat mendesain lekukan-lekukan bodi dengan cepat.

Pada beberapa area pendempulan yang luas kita perlu membuat alat atau penggaris untuk meluruskan dempul sehingga pendempulan akan sempurna. Setelah pendempulan selesai kita kerjakan barulah proses perataan atau penghalusan yaitu dengan mengamplasnya. Mulai dengan amplas kasa kemudian sampai denga amplas lembut ( semakin besar nomer seri pada amplas akan semakin halus permukaannya )
Barulah kemudian dilakukan proses yang lainnya sesuai urutan pengecatan seperti biasanya. Demikian sedikit tips dari kami mengenai cara mengelotok dan mendempul yang baik.
Salam restorasi dan modifikasi mobil klasik antik.

Bagikan ke teman andaShare on Facebook33Share on Google+11Tweet about this on Twitter6Pin on Pinterest0

2 thoughts on “CARA MENDEMPUL YANG BAIK”

  1. Pak Damar, saya mau menanyakan tentang cara pengelontokan dempul. Remover merk apa yang cocok digunakan untuk mengelontokkan dempul jenis polyester? Apakah untuk dempul dengan ketebalan hampir 10 mm cara ini bisa digunakan (dengan remover)? Menurut bapak adakah cara yang lebih cepat dan lebih baik untuk menghilangkan dempul yang sangat tebal? Kasus ini terjadi pada kereta Pak.. Demikian pertanyaan dari saya, mohon info dan petunjuknya. Terima kasih.

    1. Kalau untuk pengelotokan dempul yang tebalnya hampir 10 cm sangat kurang efektif menggunakan remover pak, cara yang efektif hanya dengan metode dibakar saja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>