WAKTUNYA TURUN MESIN MOBIL TUA ANDA

Kapan Mobil Perlu Turun Mesin

Mempunyai mobil tua tentunya memang ribet merawatnya, maka dari itu bagi yang sudah punya duit banyak silahkan cari mobil baru saja, ha ha ha. Itu merupakan ungkapan perasaan hampir semua orang yang tidak punya seni merawat mobil tua, bagi sebagian orang keribetan ini justru mempunyai keasyikan tersendiri dalam merawat mobil tua.

ciri-ciri-mobil-harus-turun-mesinNah bagi anda yang baru pertama kali ingin mencoba mobil tua dan berniat membelinya, silahkan baca-baca dulu beberapa referensi baik itu perawatan serta modifikasinya dalam banyak artikel yang sudah banyak kami tulis di blog sederhana ini. Silahkan search aja pada kotak pencarian diatas dan temukan jawabannya disini.

Kali ini kami akan tulis juga sedikit tips mengenali ciri-ciri kapan tepatnya mobil tua anda perlu perbaikan total terutama pada mesinnya sampai dengan harus lepas mesin atau istilah umumnya harus turun mesin. Disini anda jangan berpikiran takut dulu untuk masalah turun mesin, karena banyak sekali solusi turun mesin pada mobil tua untuk meminimalisir biaya yang akan dikeluarkan oleh kita, apalagi bila kita punya sedikit kemampuan di bidang otomotif sehingga mobil tidak perlu kita bawa bengkel.

Turun mesin disini bisa kita asumsikan bisa turun mesin separuh atau turun mesin full, dilihat dari beberapa kerusakan seperti berikut ini:

  • Asap knalpot ngebul dan berwarna putih pekat.

Ini biasanya juga dibarengi dengan berkurangnya oli mesin setelah beberapa kali pemakaian harian atau rutin atau paling ketara setelah kita menempuh perjalanan yang cukup jauh (kurang lebih 100 km) dan besoknya kita colok olinya akan jelas berkurang.

Penyelesaiannya bisa turun mesin separuh bila ternyata setelah kita cek kerusakannya hanya pada seal-seal valve yang sudah keras. Ini biasanya sering terjadi pada beberapa mobil tua kita karena pemakaian harian serta umurnya. Penyelesaiannya kita hanya turunkan bagian atas blok tempat valve atau kelepnya saja, kemudian kita ganti seal nya dan bisa kita pasangkan lagi.

Untuk turun separuh lainnya juga bila kerusakan pada ring piston yang sudah lemah, ini juga bisa berakibat asap knalpot ngebul putih. Penyelesaian ring piston bisa kita copot dari bawah (lewat packing karter atau tempat tampungan oli).

Untuk penyelesaian masalah ini anda bisa konsultasikan langsung dengan ahlinya yang biasa menangani turun mesin separuh ini.

  • Busi selalu basah dengan oli.

Ini salah satu ciri-ciri mesin harus turun, biasanya ini dibarengi dengan asap putih pekat juga karena bila kepala busi selalu basah dengan oli berarti ruang kompresi sudah bercampur dengan oli sehingga banyak oli yang terbakar disini.

Bila kita cek dari bawah tidak ada luka atau baret pada boringnya biasanya hanya ring pistonnya saja yang perlu kita ganti jadi bisa kita lakukan mesin turun setengah, tapi bila ruang kompresi sudah tidak presisi lagi dengan piston atau terdapat baret didalamnya maka mesin perlu kita turunkan semuanya untuk dilakukan oversize pada ruang kompresinya.

  • Air radiator berkurang banyak atau air karburator akan menyembur  bila di start.

Ciri-ciri ini biasanya dibarengi dengan temperature yang selalu naik dan air cadangan radiator yang selalu berkurang banyak.  Bila belum terlalu lama sebaiknya anda cek dulu apakah beberapa komponen yang berhubungan pada pendinginan mesin berjalan normal atau tidak seperti  yang harus anda cek dan teliti :

  1. Cek apakah kipas radiator berfungsi baik atau tidak, cek juga fan belt nya.
  2. Cek apakah ada kebocoran pada selang-selang radiatornya, periksa sambungan-sambungan pada pipa-pipanya. Lakukan dalam keadaan mesin hidup agar tahu kebocorannya.
  3. Cek juga radiator apa perlu diservis, biasanya pada penggunaan air pengisi radiator yang kurang tepat dapat menyebabkan korosi didalamnya sehingga akan menyumbat aliran air didalam radiator.
  4. Tahap yang rumit lagi cek water pump, blok mesin yang keropos dsb.
  • Air radiator terlihat berminyak atau oli mesin berwarna kecoklatan.

Pada keadaan ini jelas bahwa air sudah masuk keruang kompresi atau sebaliknya oli sudah masuk ke saluran air, ini biasanya pada blok silinder head sudah terjadi korosi sehingga lubang-lubang air bentuknya sudah tidak beraturan (dalam bahasa Jawa gripis) pada beberapa blok mesin yang tebal hal ini bisa diatasi dengan meratakan kembali permukaannya dengan membawa ke tukang bubut dan mengganti packing silinder head dengan yang baru. Tapi pada beberapa mobil seringnya hali ini akan lebih cepat aus lagi, solusinya harus dicarikan silinder head yang baru lagi.

Tapi bila oli sudah kecoklatan karena bercampur dengan air radiator sebaiknya mesin harus full diturunkan untuk pengecekan spare part yang lain yang kemungkinan harus segera ditangani lagi.

  • Temperatur mesin yang selalu naik.

Temperatur naik merupakan hal yang sering terjadi pada keadaan mobil tua yang sedang dalam keadaan macet di dalam kota di siang yang terik apalagi menggunakan ac (hehehe pengalaman sendiri) akan tetapi temperature akan normal lagi bila keadaan lalu lilntas sudah normal kembali. Nah bagi anda yang temperaturnya tambah naik terus walaupun pemakaian dalam keadaan normal, siap-siap untuk turun mesin bila anda sudah cek seperti pada poin nomer 3 diatas.

Oke deh selamat bereksperimen untuk bisa menganalisa kapan mobil tua anda perlu turun mesin atau tidak semoga sedikit tulisan kami diatas bisa membantu anda pecinta mobil tua.

tags: ,