HAL KECIL DAN FATAL DALAM RESTORASI MOBIL

Hal Kecil dan Fatal Dalam Restorasi Mobil

Hal-hal kecil tapi fatal dalam restorasi mobil klasik antik sering kali dilupakan oleh bengkel dan pemilik mobil. Sering kali bengkel kurang teliti dalam melakukan restorasi mobil, maka dari itu kami sering cek ulang segala pekerjaan restorasi sebelum mobil kami siapkan untuk dibawa pemiliknya. Akan tetapi terkadang juga pemilik mobil mengabaikan hal-hal yang penting bila setelah bengkel menunjukkan sesuatu yang perlu diganti tetapi si pemilik beranggapan itu akan menambah biaya jadi sering kali itu dianggap nggak penting.

restorasi mobil klasik antik

Beberapa contoh hal-hal kecil tapi fatal dalam restorasi mobil antara lain terutama bila mobil kita restorasi total dengan mesin diturunkan antara lain :

  1. Tidak mengganti pangkon mesin (engine mounting)

Secara kasat mata mungkin pangkon mesin bisa kita nilai baik atau tidak bila bentuknya sudah tidak sempurna lagi, atau karet-karetnya sudah terlihat rusak. Ini biasanya terjadi pada pangkon-pangkon mesin mobil-mobil buatan Jepang yang hampir semua model engine mounting nya sama yaitu karet penahan getarannya berada diantara lempengan besi tempat dudukan baut yang dikaitkan antara mesin dan chasis mobil. Jadi secara sekilas bisa kita analisa keadaan pangkonnya masih layak atau perlu diganti.

Berbeda dengan mobil Eropa biasanya untuk mobil klasik antiknya posisi karet pangkonnya tidak terpasang diantara 2 lempeng seperti diatas, tetapi peran karet ini sangat penting sebagai penopang body sehingga bila kita lepas engine kita harus cek kondisi karetnya walaupun secara fisik dalam keadaan masih bagus. Hal yang perlu dicek adalah apakah karetnya masih kenyal atau mengeras, sebaiknya ganti saja walaupun kadang kondisinya masih cukup bagus karena kita tidak tahu setelah proses pembongkaran mesin dan pemasangan lagi kekuatan karet akan berkurang kualitasnya. Hati-hati bila nekat dipasang seperti yang pernah kami coba pada saat test drive sikaret pecah akhirnya mesin anjlok dan kipas radiator patah, ini masih untung kalau seumpama mesinnya yang pecah gimana? Repot bukan?

  1. Ganti spare part sekalian atau tidak sama sekali

Bila mesin sudah turun dan sebelumnya anda sudah tahu kalau ada asap pada knalpot sebaiknya ngomong sekalian dengan bengkel karena mumpung mesin posisi dibawah kita bisa membongkarnya dengan mudah dan lebih teliti sehingga tidak akan bekerja 2 kali dan tentunya biayanya akan nambah lagi bukan? Karena setelah kita naikkan mesin ke mobil dan ternyata setelah kita test drive mesin terasa kurang jos tentunya anda akan meminta untuk dikontrol ulang mesinnya bukan? Maka dari itu sebaiknya bicarakan dulu dengan teknisi untuk hal ini dan tentunya sebagai bengkel mungkin kita akan menyarankan kepada si pemilik mobil kecuali si pemilik mobil tidak menginginkannya atau sudah punya bengkel mesin kepercayaan tersendiri. Yang perlu diingat adalah spare part mobil klasik anda sangat jarang maka dari itu seminimal mungkin dijaga agar kerusakan tidak merembet pada part lainnya. Sebagai contoh lagi bila seumpama sebelumnya ada suara metal yang bunyi, sebaiknya langsung cek dan ganti karena bila lama dibiarkan akan merembet kebagian yang lain seperti pada stang piston, dll akhirnya mesin harus diturunkan ulang lagi bukan?

  1. Seting ulang kabel

Ini juga kadang kurang perhatian dari pemilik mobil, tetapi sebaiknya kabel harus diseting ulang karena kabel yang sudah keras biasanya penghantar arusnya akan berkurang. Terkadang juga kabel akan lebih mudah patah serabutnya walaupun secara fisik isolator pembungkusnya masih bagus, ini perlu dicek lagi dengan teliti. Untuk kabel-kabel bermuatan positif haruslah diganti dengan kabel tembaga yang bagus dan berserat tebal agar arus yang dialirkan tetap stabil dan tidak panas pada saat dalam kondisi on. Hal lain yaitu perlu ditambahkan relay-relay agar arus yang bekerja pada suatu alat elektronik di mobil bisa maksimal.

  1. Waktu pengerjaan tidak sesuai target

Masalah ini yang sering timbul sehingga kadang bengkel waktunya akan mundur dari sebelumnya, sebaiknya si pemilik mobil juga menyadari akan hal ini karena ada beberapa hal yang mungkin terjadi kesulitan dari bengkel untuk merestorasi mobil tersebut. Biasanya ini berkaitan dengan spare part yang sudah sulit dicari sehingga untuk mengganti 1 part saja bisa memerlukan waktu lebih dari sebulan. Untuk harga spare part yang mahal mungkin si pemilik sudah menyadarinya karena yang namanya mobil klasik dan antik itu memang benar-benar antik sehingga kadang kala harga spare partnya lebih mahal dari harga mobil seutuhnya (ha..ha..ha..lucu bukan) seperti contohnya mobil hijet 1000 modifikasi kami yang kami beli dengan harga 12 juta ternyata harganya lebih murah setelah kami ganti dengan mesin yang lumayan baru dengan ac dan pasang rem cakram depan yang totalnya sekitar 15 jutaan, belumlagi kalau kita modifikasi body nya, bisa nambah mahal lagi bukan? Ini untuk contoh saja, bagaimana dengan mobil dengan spare part yang sudah jarang seperti Mercy ponton yang sedang kami kerjakan di bengkel kami ini, benar-benar harus punya ektra pemikiran yang tepat karena harga spare partnya tergolong premium semua. Jadi apabila terjadi pengerjaan target yang mundur harap bisa menjadi maklum karena banyak hal yang mungkin sepele akan tetapi terkadang kita juga harus berkonsultasi dengan yang lebih ahli atau dengan si pemilik yang menginginkan mobil bisa tampil sempurna dan tidak rewel bila sudah dipakainya. Belum lagi yang harus kita pikirkan agar penggantian maupun instalasi part yang baru harus benar-benar pas dan presisi sehingga tepat dan tidak menyulitkan bila akan diganti lagi dikemudian hari.

Sebenarnya masih banyak hal-hal lainnya yang masih perlu kami tulis tetapi kiranya cukup dulu sedikit ulasan kami mengenai hal-hal kecil yang sering kita sepelekan dalam restorasi mobil sehingga bisa berakibat fatal atau yang bisa menjadikan tambahan biaya lagi. Terima kasih atas kesetiaan anda mengunjungi blog kami ini.

tags: ,