TIPS MEMASANG RELAY PADA MOBIL KLASIK

Tips Memasang Relay Pada Mobil Klasik

Memiliki mobil klasik antik dengan kondisi yang masih terlihat bagus dan semua peralatan kelistrikannya berjalan normal merupakan suatu kebanggaan sendiri. Hal ini memerlukan perawatan tingkat tinggi agar kita bisa melestarikan mobil klasik antik agar tetap eksis di bumi nusantara, meskipun banyak rumor yang menyudutkan pemakai mobil tua dijalanan, kita tetap optimis dan tetap semangat. Anggap saja mereka orang lebay yang pengin cari sensasi atau istilah sekarang hanya pencitraan saja…ha..ha..ha. Orang kayak gini mending kelaut saja deh.
Waduh ngomong apa nih kok nggak nyambung sama judulnya mengenai tips memasang relay pada mobil klasik. Sebelum kita bahas lebih lanjut mengapa kita wajib menggunakan relay pada mobil klasik yaitu ada beberapa sebab yang mengharuskan memang demikian.
Pertama namanya saja mobil tua maka kabel-kabel kelistrikannya juga ikut tua sehingga fungsi penghantaran arus listrik dari kabel-kabelnya juga akan berkurang karena bertambahnya tahanan akibat usia kabel-kabel yang sudah lama, biasanya kabel akan rapuh atau terdapat kerak terutama pada kabel positifnya. Solusi yang paling aman gantilah kelistrikan dengan seting ulang kabel-kabel mobil klasik anda dengan yang baru, silahkan cek mengapa kita perlu restorasi kabel dan kelistrikan. Ini penting sekali terutama bila kabel-kabel mobil anda sudah banyak jumper-jumper dimana-mana, sebagai contoh yang paling sederhana silahkan cek pemasangan tape mobil pada mobil anda, cek kabel-kabel yang mendapatkan arus (+) biasanya berwarna kuning dengan sekring (ini untuk + pada aki langsung) dan merah biasanya tanpa sekring yang biasanya dihubungkan dengan acc atau kontak mobil. Coba telusuri apakah sesuai pemasangannya atau tidak sebab biasanya pemasang audio yang kurang berpengalaman akan menyambungkan begitu saja dengan kabel yang ada arusnya yang berdekatan di lokasi tersebut. Sebagai contoh disambungkan begitu saja dengan kabel colokan rokok atau lighter, atau pada kabel lainnya secara sembarangan. Apabila demikian sangat berbahaya sekali karena mereka tidak memperhitungkan arus yang dipakai pada peralatan tersebut sehingga rawan konsleting karena beban kabel yang tidak sesuai dengan ampere yang digunakan alat tersebut. Misal suatu alat berdaya 60 watt maka diperlukan kabel dengan daya hantar listrik 5 Ampere yaitu dari rumus I=P/V (60/12) sehingga apabila kabel dengan daya hantar 5 A dijumper dengan kabel audio video mobil pada saat kedua alat dalam keadaan on maka kabel akan panas dan kemungkinan melepuh, maka akan rawan terbakar. Oleh sebab itu lebih baik diset ulang saja.

Relay mobil

Cara kedua apabila kabel-kabel listrik Anda masih bagus bisa dengan pemasangan relay pada beberapa alat-alat vital mobil Anda seperti pada headlamp yang biasanya akan redup dengan semakin bertambahnya usia kabel-kabelnya. Cara kerja relay itu merupakan saklar otomatis yang digerakkan karena adanya aliran listrik dengan kuat arus dkecil (sekitar 0,07 sampai 0,2 Ampere saja) dan dapat merubah alat kelistrikan mendapatkan arus langsung dari sumber listrik (aki) sehingga mendapatkan arus yang maksimal tanpa melewati banyak hambatan. Sebagai contohnya bila kita hendak mengganti headlamp bawaan mobil tua yang pada umumnya hanya berdaya dibawah 100 watt saja dengan lampu yang berdaya 120 watt misalnya, bila tidak menggunakan relay maka kita harus mengganti kabel-kabelnya dengan kabel yang berdaya hantar 10 Ampere (120/12) tentunya akan sangat repot bukan? Kalau harus menggunakan kabel bawaan mobil dipastikan kabelnya akan leleh dan bisa terjadi konsleting. Maka dari itu diperlukan pemasangan relay agar lebih praktis.

Cara Kerja Relay

Secara umum relay ada 2 jenis yaitu relay berkaki 4 dan relay berkaki 5 dengan angka-angka pada kaki-kaki relay bertuliskan angka 30, 85, 86 dan 87 untuk relay berkaki 4 dan 87a untuk tambahan pada relay berkaki 5. Kali ini kita akan membahas relay 4 kaki saja karena peruntukannya yang lebih banyak digunakan pada mobil kita.

Secara garis besar sisitem saklar pada mobil ada 2 yaitu saklar positif (+) dan saklar negatif (-) jadi sebelum Anda memasang relay pada alat kelistrikan mobil anda sebaiknya cek dulu tipe saklarnya negatif atau positif. Cara yang paling mudah adalah dengan bantuan alat testpen DC yang bisa kita buat sendiri dengan merubah lampu testpen listrik AC dengan menggantinya dengan lampu DC disalam testpen nya dan perpanjang kabelnya.

Cara mengecek jenis saklar mobil misal kita akan mengecek saklar headlamp, caranya adalah kaitkan kabel testpen pada bodi mobil kemudian ujung testpen kita tusukkan pada konektor headlamp kemuadian kita nyala matikan saklar apabila testpen ikut nyala mati berarti jenis saklar atau switchnya itu positif (+) begitu juga sebaliknya. Setelah kita ketahui jenis saklar atau switch itu negatif atau positif maka rumus pemasangan relaynya sebagai berikut:

Kaki 30 bermuatan positif (+) dari Aki langsung perlu ditambah sekring sesuai kebutuhan.

Kaki 85 bermuatan negatif (-) disambung ke body mobil.

Potong kabel yang menghubungkan saklar atau switch ke alat listrik, kemudian sambung dengan kaki relay berikut

Kaki 86 bermuatan positif (+) dari saklar/switch mobil

Kaki 87 bermuatan positif (+) ke alat listrik kaki positif (+)

Bila saklar atau switchnya negatif maka pemasangannnya sebagai berikut:

Kaki 30 bermuatan positif (+) dari Aki langsung perlu ditambah sekring sesuai kebutuhan.

Potong kabel saklar bermuatan negatif kemudian

Kaki 85 bermuatan negatif (-) disambung dengan switch atau saklar. Kabel negatif dari alat listrik disambungkan ke body mobil (-)

Kaki 86 bermuatan positif (+) bisa disambung dengan kaki 30

Cari kabel (+) pada alat potong dan sambungkan

Kaki 87 bermuatan positif (+) ke alat listrik kaki positif (+)

Secara garis besar cara kerja relay adalah bila ada arus listrik pada kaki 86 (+) dan 30 (-) maka kaki 30 (+) akan tersambung ke kaki 87 (+)

Demikian sedikit tips memasang relay pada mobil klasik, semoga membantu anda.

 

 

tags: ,