PENTINGNYA MENGURAS DAN MENGGANTI MINYAK REM

Pentingnya Menguras Dan Mengganti Minyak Rem

Mengapa kita perlu mengganti minyak rem?
Minyak rem pada kendaraan mempunyai tanggung jawab yang besar karena bila mobil Anda kehabisan minyak rem maka bahaya akan mengintai Anda pada saat berkendara, oleh sebab itu sebagai pengendara mobil kita harus memahami akan pentingnya memperhatikan minyak rem.

menguras-dan-mengganti-minyak-remSedikit pengendara mobil yang memahami kapan saat harus menggati minyak rem, bahkan banyak juga driver yang tidak paham gejala saat minyak rem sudah berkurang atau harus diganti.

Meski menggunakan kata ‘minyak’ namun perlu diingat, minyak rem sangat berbeda proses pembuatannya dengan minyak bumi ataupun pelumas (olie). Minyak rem terbuat dari bahan kimia sebagai bahan dasar dan ini serupa dengan bahan anti beku pada radiator coolant yaitu ethylene glicol. Bahan dasar ini termasuk bahan beracun dan perlu seratus tahun bagi alam untuk menguraikannya. Maka dari itu banyak mitos salah kaprah oleh sebagian orang atau bengkel yang menggunakan minyak rem untuk mengobati luka.

Cara kerja sistem pengereman kendaraan yaitu menggunakan tenaga hidrolik yang diaktifkan oleh silinder master untuk menghentikan putaran keempat roda, baik dengan menekan tromol atau menjepit cakram. Tenaga hidrolik ini disalurkan ke semua sistem rem melalui minyak rem. Penggunaan minyak rem sebagai penyalur tenaga hidrolik tak lain karena mempunyai sifat seperti fluida (cairan) dalam sistem tertutup lainnya, cara kerjanya seperti dalam bejana berhubungan. Kerja sistem rem dari master silinder ke piston mentransfer energi mekanis dapat menghasilkan panas dari gesekan minyak rem dengan permukaan salurannya. Dengan demikian minyak rem harus memiliki spesifikasi khusus terhadap perubahan suhu, seperti titik didih dan sifatnya yang tidak berubah drastis pada suhu tinggi. Perlindungan terhadap karat dan melumasi komponen sistem rem merupakan bagian dari tugas minyak rem lainnya.

Penggolongan atau klasifikasi minyak rem dapat dilihat atau ditandai dengan istilah DOT atau Departement Of Transportation (USA) yang menentukan tingkat spesifikasi minyak rem, semakin tinggi angka yang mengikuti kata DOT berarti pula semakin tinggi titik didihnya.

DOT5

Minyak rem berspesifikasi DOT5 berbahan dasar silikon dan umumnya digunakan pada kendaraan militer, seperti pada kendaraan tempur angkatan bersenjata Amerika Serikat serta pada mobil-mobil klasik yang hanya buntuk pajangan atau show saja.

Karena berbahan dasar silikon DOT5 mampu dapat bekerja pada tekanan relatif tinggi namun tidak mempunyai daya lumas yang baik atau gaya gesekannya terlalu besar sehingga kita perlu tenaga ekstra untuk menekan pedal rem bila kendaraan kita menggunakan minyak rem DOT5 ini.

Dipilihnya minyak rem berbahan silikon yang lain karena silikon tidak menyerap air (non-hydroscopis), sehingga sifat dan kemampuan silikon stabil pada suhu tinggi. Kejelekannya rem sering blong karena pengaruh air yang terjadi pada proses pengembunan karena pada proses pengereman akan timbul panas yang bisa menurunkan titik didih dari silikonnya. Pada mobil dengan sistem ABS penggunaan minyak rem DOT5 sangat tidak dianjurkan karena distributor/rotor ABS memerlukan pelumasan yang tidak diakomodasi oleh silikon.

DOT3, DOT4, dan DOT5.1

Minyak rem berspesifikasi DOT3,4 dan 5.1 mengandung Polyglycol ethers yang hydroscopis atau menyerap air, sehingga bila dicampur/tercampur air, minyak rem tersebut tetap berwujud sama sekalipun sifatnya sudah berubah. Polyglycol hanya berkemampuan setengah silikon dalam menerima tekanan. Hal ini membuat pedal rem terasa tak seberat pada sistem rem yang menggunakan DOT5.

Penggantian Minyak Rem

Minyak rem perlu diganti karena untuk perawatan serta agar performa pengereman tetap baik. Untuk perawatan yaitu bila kita mengganti minyak rem lama otomatis akan membuang air dan kotoran dari sistem pengereman karena kandungan air yang diserapnya bisa menyebabkan karat pada kaliper dan piston rem. Maka gantilah minyak rem secara menyeluruh, setidaknya setiap 50.000 km.

Untuk performa yang tetap baik yaitu dengan memakai minyak rem baru tentu membuat sistem rem kembali bekerja optimal sehingga aman untuk pengereman berat. Air atau uap air dapat ditemukan hampir pada semua sistem rem. Uap air memasuki sistem melalui banyak jalan. Umumnya uap air masuk ke minyak rem yang kemasannya terbuka. Perlu diingat minyak rem mampu menyerap uap air dari lingkungan karena kelembaban di wilayah tropis mencapai lebih dari 60 %. Untuk itu kemasan minyak rem sebaiknya ditutup dengan rapat jika akan disimpan untuk waktu yang lama. Selain itu air juga bisa masuk melalui difusi, sebagai akibat selang-selang karet rem yang mengeras sehingga menimbulkan pori-pori mikroskopik. Penggunaan selang yang terbuat dari bahan EPDM (Ethlene-Propylene-Diene-Materials) dapat mengurangi difusi. Atau penggunaan selang teflon yang dibungkus anyaman kawat termasuk salah satu cara mengurangi difusi.

Ketika mengganti, menguras atau bleeding minyak rem, segera tutup kembali tabung silinder master rem. Air dapat pula terbentuk dalam saluran dan kaliper akibat kondensasi. Air hasil kondensasi ini menyebabkan sistem rem jadi lebih keras ataupun memungkinkan untuk terjadinya karat.

Pada kondisi darurat, pencampuran minyak rem bermerek beda namun berspesifikasi sama, dapat dilakukan. Namun, sebaiknya harus segera diganti karena pada dasarnya kita tidak mengetahui secara spesifik bahan dari masing-masing merek tersebut.

Penting untuk diperhatikan!
Jangan pernah mencampur minyak rem berbahan dasar glikol (DOT3, 4, 5.1) dengan minyak rem berbahan dasar silikon (DOT5) karena tidak akan pernah bisa bercampur. Silahkan baca buku pedoman penggunaan kendaraan Anda secara seksama tentang pemakaian/penggantian minyak rem atau konsultasikan dengan bengkel Anda.

tags: ,