HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN PADA MODIFIKASI POWER STERING HIDROLIS

Hal-Hal Yang Diperhatikan Pada Saat Modifikasi Power Stering

Modifikasi power stering pada mobil tua memang gampang-gampang susah, karena memerlukan ketelitian tingkat tinggi. Mengapa kita sering modif power stering dengan yang konvensional atau hidrolis?modifikasi power stering

Power stering hidrolis atau yang sering kita sebut power stering konvensional merupakan pilihan modifikator mobil tua yang ingin merubah sistem kemudinya lebih ringan karena biayanya yang terjangkau dan lebih mudah penanganan kerusakannya (tidak mengganti semua perangkatnya) walaupun pemasangannya agak ribet karena harus memperhatikan kondisi ruang mesin yang ada.

Pada umumnya modifikator tidak membeli satu unit power stering untuk instalasi pada jenis mobil tertentu, sebagai contoh kita akan memasang power stering pada mobil tua Mercedes ponton dengan menggunakan power stering mobil Jepang (karena alasan mudah perawatan dan suku cadangnya) maka kita bisa mengambil sebagian dari power stering Toyota dan Isuzu (disesuaikan dengan lokasi dan tempat instalasi yang ada pada mobilnya). Hal ini akan lebih sulit instalasinya maka dari itu biayanya kemungkinan sedikit lebih mahal karena alasan pengerjaan yang sulit.

Ada beberapa mobil yang bisa langsung diaplikasikan instalasi power steringnya dari mobil yang sama dengan generasi yang berbeda misal kita akan pasang power stering pada Toyota kijang standar, maka kita bisa gunakan pakai kijang grand atau kapsul. Hali ini lebih mudah pemasangan atau instalasinya karena kita bisa mencontoh langsung posisi dan dudukan tools nya sama persis dengan pabrikannya.

Hal-hal yang perlu diperhatikan pada modifikasi power stering hidrolis adalah:

  1. Perhatikan sambungan-sambungan pipanya apakah sudah tersambung baik dan rapi? Perhatikan bila ada rembesan oli yang bocor.
  2. Tempatkan pompa hidrolisnya pada posisi yang simetris dengan poly kipas radiator atau poly dynamo ampere agar pemasangannya lebih sempurna dan tidak miring karena bisa menyebabkan kebocoran pada sealnya. Perhatikan juga fan belt yang sesuai dengan ukuran polynya agar karet tidak berdecit.
  3. Perhatikan pemasangan rack stir bawahnya agar tidak terlalu rendah karena biasanya terjadi kerusakan pada Karet Boot Rack Steer yang robek karena terkena batu, dll.
  4. Test drive setelah instalasi dengan beberapa maneuver belokan yang ekstrim seperti untuk mutar leter U untuk memastikan tidak ada bunyi dengung atau suara-suara yang aneh.
  5. Pastikan tempat minyak penampung power stering lebih tinggi atau sejajar dengan pompanya serta tidak terlalu jauh agar proses sirkulasi perputaran olinya lancer dan untuk mengurangi kebocoran pada selang penampungan.
  6. Perawatan selanjutnya. Gantilah minyak atau oli power stering 6 bulan sekali bila dan selalu kuras bersih sisa-sisa oli yang lama. Cek tiap tiga minggu atau sebulan pada pemakaian rutin untuk mengantisipasi kekurangan oli.

Demikian sedikit hal-hal yang perlu diperhatikan pada saat instalasi atau modifikasi power stering hidrolis.

tags: ,